Trenz Indonesia
News & Entertainment

Hikvision Turut Lestarikan Malaikat yang Tersenyum

Hikvision Dukung WWF dan OPF untuk Melindungi Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze yang Terancam Punah

46

HANGZHOU, Tiongkok, Trenz News | Mulai terancam punahnya ‘Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze’, menjadi perhatian utama banyak pihak.

Menjadi perhatian juga bagi Hikvision yang akan turut terlibat di “Proyek Pelestarian Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze” (Yangtze Finless Porpoise Conservation Project) yang baru diluncurkan pada 28 Mei 2019 lalu, di Provinsi Hubei, Tiongkok bagian tengah.

Hikvision sendiri akan bergabung dengan World Wide Fund for Nature (WWF) dan the One Planet Fund (OPF), untuk menyediakan berbagai produk dan teknologi mutakhir demi melestarikan ‘Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze’, satu-satunya mamalia perairan yang tersisa di sungai terpanjang Tiongkok.

Saat membahas spesies yang terancam punah di Tiongkok, kebanyakan orang mungkin langsung berpikir tentang Panda Raksasa. Namun, ‘Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze’ (terkenal dengan sebutan “malaikat yang tersenyum” karena senyum abadinya yang ikonis, selucu panda), sebetulnya di ambang kepunahan. International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengidentifikasinya sebagai spesies yang “terancam punah” (critically endangered), hanya sekitar 1.000 ekor yang masih berada di alam liar pada 2017.

Kabar baiknya, semakin banyak orang yang bekerja sama dalam melestarikan ekosistem Sungai Yangtze, kediaman “malaikat yang tersenyum“. “Proyek Pelestarian Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze” hanyalah satu contohnya.

Dengan memakai peralatan Hikvision seperti kamera di bawah air dan kendaraan tanpa awak yang dapat mengudara, proyek tersebut akan mendukung cadangan alam dengan memantau perilaku ‘Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze’, serta lingkungan hydrobiological secara efisien. Proyek ini juga kelak mampu mengumpulkan data yang diperlukan untuk penelitian tentang kebiasaan hidup lumba-lumba tersebut di perairan natural, serta meningkatkan aspek perlindungan.

Menurut Lei Gang, Director, WWF kawasan Wuhan, jumlah ‘Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze’ di kawasan tersebut telah bertambah, dari hanya sekitar 20 ekor hingga hampir 100 ekor. Meski demikian, pelestariannya masih membutuhkan upaya bersama dari kalangan pemerintah, perusahaan, Organisasi Nonpemerintah, serta lembaga-lembaga sosial lainnya guna mengatasi sejumlah tantangan berat dan menjaga agar lumba-lumba ini tidak punah.

Sebagai mitra teknis yang penting di dalam proyek ini, Hikvision bekerja sama dengan mitra-mitra lain guna mewujudkan manajemen patroli yang efektif di habitat lumba-lumba tersebut, serta melindungi ‘Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze’. “Dalam beberapa tahun terakhir, Hikvision telah terlibat aktif dalam sejumlah inisiatif pembangunan yang lestari, termasuk upaya kami untuk melindungi ‘Lumba-Lumba Tanpa Sirip Belakang di Yangtze’ dan keanekaragaman hayati melalui sejumlah teknologi inovatif,” kata Fu Hao, Head of Hikvision Hubei Business Center di Tiongkok. (PRNewswire / Trenz Indonesia) \ Foto: Dok. PRNewswire

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.