Trenz Indonesia
News & Entertainment

Didi Kempot Meninggalkan Mini Album “In Memoriam of The GodFather of Broken Heart”

270

Jakarta, Trenz Music I Penyanyi yang mempunyai julukan The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot, sejak Selasa 5 Mei 2020, pukul 07.30WIB, dari RS. Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, akibat henti jantung untuk selamanya meninggalkan para penggemarnya menghadap sang Khalik. Kepergian Maestro Campursari yang punya nama asli Dionisius Prasetyo tanpa membawa apapun, kecuali meninggalkan ratusan karya lagu, juga sumbangan donasi sebesar Rp.7.6 Miliar yang ia peroleh dari konser bertajuk “Konser Amal Dari Rumah” yangditayangkan langsung KompasTV, Sabtu ((11/4) lalu.

Didi Kempot adalah seorang seniman yang luar biasa. Dia dikenal sebagai penyanyi Campursari. Setelah sebelumnya bersama NAGASWARA Didi Kempot merilis ulang lagu “Tulung” akhir Maret 2020 di seluruh stasiun radio se-Indonesia. Tembang Tulung merupakan ciptaan Didi Kempot dan diaransemen musiknya oleh Titred & Bayu Onyonk.

Kini NAGASWARA, kembali mempersembahkan karya karya Didi Kempot dalam balutan spesial mini album sebagai sebuah bentuk penghargaan untuk mengenang karya–karya almarhum Didi Kempot,  yang belum sempat dirilis ke publik. Mini Album terkemas sebanyak 7 lagu, termasuk didalamnya turut terselip lagu “Tulung” yang sebelumnya sudah diperkenalkan ke publik.

Mini album yang diproduksi label Big Indie NAGASWARA ini, dengan titel “In Memoriam of The GodFather of Broken Heart”.

Selain lagu “Tulung” terdapat pula hit-nya Wali yang diadaptasi liriknya oleh Didi Kempot ke dalam bahasa Jawa seperti lagu “Baik Baik Sayang” ciptaan Apoy Wali Band, menjadi  lirik berbahasa Jawa ”Apik Apik Sayang” dan aransemen musik ditangani Titred & Bayu Onyonk.

Selanjutnya dua lagu “Dik” dan “Kancanono”ciptaan Apoy, juga diadaptasi liriknya oleh Didi Kempot dan aransemen musik oleh Titred & Bayu Onyonk.

Didi Kempot bersama tim aransemen Titred & Bayu Onyonk. Foto: Dok. Nagaswara

Masih dengan ciptaan Apoy Wali, adalah lagu “Lahir dan Bathinku” dan lagu “Tresno Selawase” dan adaptasi lirik digarap Didi Kempot, sedang untuk aransemen musik dipercayakan kepada Titred & Bayu Onyonk.

Lepas dari Apoy Wali, untuk lagu “Kelingan” ciptaan Xin Ron Chen & Chuan Xiong Zhou, dan adaptasi lirik oleh Didi Kempot dan aransemen musik Lilik Laju.

Lagu-lagu yang terdapat dalam mini album  “In Memoriam of The GodFather of Broken Heart” diadaptasi lirik oleh Didi Kempot memang terasa menjadi berbeda, apalagi dari sisi musiknya yang diaransemen oleh Titred & Bayu Onyonk, juga satu buah lagu yang diaransemen oleh Lilik Laju.

Adik dari Mamiek Slamet (alm) yang dikebumikan di sisi makam putrinya Lintang Ayutyas Prastri yang wafat pada 25 Oktober 1995 belum genap satu tahun, di TPU Dukuh Jatisari, Majasem, kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur ini. Didi Kempot, selain sebagai penyanyi ia merupakan sosok seniman yang komplit. Ia mampu menghidupkan budaya lokal dalam setiap lagu-lagunya, di tengah generasi millenial saat ini.

Sekitar 760-an karya lagu yang semenjak meluncur lagu “Ambyar’, penampilan Didi Kempot semakin dinantikan kaum milenial. Kini dengan kepergian selamanya maestro Campursari, membuat penggemarnya Ambyar –  Wis kebacut ambyar, remuk sing neng ati // Apa ngene iki sing jenenge korban janji // Wis ambyar, aku kudu kepiye // Metu ngendi supaya ketemu kowe … Selamat jalan The GodFather of Broken Heart Didi Kempot..!

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.