Dalam upaya menurunkan angka stunting dan mencegah stunting baru, Kota Bogor selain melakukan lima langkah pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting, juga memiliki dua langkah tambahan yang menjadi inovasi kota tersebut.
Presiden Jokowi memotong nasi tumpeng HUT ke-56 ASEAN dan memberikannya kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn dan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi.
Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat untuk segera ikut menyukseskan program vaksinasi ini dengan segera datang ke lokasi-lokasi pelaksanaan vaksinasi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan telah melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian/lembaga terkait guna mempercepat sekaligus memastikan penyaluran bansos tepat sasaran
Kemenko PMK telah berencana untuk melakukan KSP rangkaian kegiatan Kota Ramah Lansia (KRL) Mandiri dengan K/L terkait untuk dijadikan sebagai pilot project.
Apabila vaksinasi mandiri tersebut dapat dilakukan, maka menurut Muhadjir, target percepatan vaksinasi di Indonesia yang dicanangkan Presiden yakni 1 juta orang per hari bisa terealisasi.
Pemerintah menaruh perhatian besar bagi upaya pengurangan angka stunting ini. Sebab, hal tersebut dapat memengaruhi kualitas angkatan kerja Indonesia di masa mendatang.
Prof. Dr. Hardinsyah menambahkan, kalau lagu Gizi Seimbang yang diluncurkan, berangkat dari kegiatan Lomba Cipta Media Gizi Seimbang yang dilakukan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia tahun 2015.
Ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113/P/Tahun 2019 tersebut berdasarkan pertimbangan untuk melaksanakan sebaik-baiknya tugas Presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan negara dalam rangka mewujudkan tujuan nasional
Acara pelantikan para Menteri serta Pejabat Setingkat Menteri Kabinet Indonesia Maju yang berlangsung sederhana dan singkat itu diakhiri dengan mengumandangkan kembali lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Dari 38 nama yang diumumkan oleh Presiden Jokowi menjadi anggota Kabinet Indonesia Maju didominasi oleh para profesional (22), sementara dari partai politik hanya 16 orang.