Trenz Indonesia
News & Entertainment

Halal Restaurant Week Korea 2019

Nikmati Makanan Halal Di Korea Dengan Diskon Istimewa

14

Korea Tourism Organization menyambut berbagai wisatawan Muslim dalam ajang “Halal Restaurant Week Korea” ke-4, diikuti lebih dari 150 restoran halal yang menawarkan berbagai diskon istimewa

SEOUL, Korea Selatan, Trenz Tourism | Korea Tourism Organization (selanjutnya disingkat KTO) kembali menggelar event promosi yang dirancang untuk menarik kunjungan para wisatawan Muslim ke Korea  yang kali ini bertajuk “Halal Restaurant Week Korea 2019,” dan diselenggarakan selama dua bulan dari 1 September hingga 31 Oktober.

Sejak pertama kali digelar pada 2016 hingga memasuki tahun penyelenggaraan keempat pada tahun ini, ajang tahunan tersebut terus berusaha mempromosikan pariwisata Korea kepada para wisatawan Muslim yang kian berperan penting dalam pasar pariwisata global.

Diskon Istimewa bagi Wisatawan Muslim selama “Halal Restaurant Week Korea 2019” berlangsung

Kegiatan promosi “Halal Restaurant Week Korea” dirintis sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi berbagai kendala yang kerap dialami wisatawan Muslim terhadap makanan, akibat terbatasnya restoran dengan sajian halal di Korea, serta meningkatkan infrastruktur turis di Korea demi melayani berbagai kebutuhan wisatawan Muslim dengan lebih baik lagi. Lewat survei tentang pola liburan wisatawan Muslim selama berada di Korea, KTO secara khusus memperhatikan isu tentang makanan ini, terungkap sebagai masalah utama yang ditemui banyak wisatawan Muslim karena kurangnya restoran yang menyajikan makanan halal di Korea. Ajang “Halal Restaurant Week Korea” dirancang untuk menyediakan informasi tentang tawaran dan diskon wisata halal kepada para wisatawan Muslim, dengan demikian, dapat membentuk citra Korea sebagai tujuan wisata halal (Muslim-friendly). Kegiatan tersebut juga ingin memadukan keunggulan kuliner Korea dan keselarasannya dengan ketentuan halal.

Para wisatawan yang berkunjung ke Korea pada periode tersebut, baik kaum Muslim dan wisatawan asing lainnya, bisa mengakses berbagai diskon dan keuntungan dari berbagai restoran serta tempat wisata utama yang menyandang status “Muslim Friendly Restaurants” dari KTO. Kegiatan tahun ini diikuti 152 restoran dan 40 tempat wisata utama yang halal, sehingga menyajikan sederet keuntungan yang lebih luas ketimbang ajang tahun lalu. Daftar tempat-tempat wisata yang mengikuti ajang ini dan diskon-diskon yang ditawarkan, tersedia di situs web resmi (www.hrwkorea.or.kr).

Para wisatawan kelak dapat mengakses buku kupon “Halal Restaurant Week Korea” lewat sejumlah kantor KTO di negara-negara dengan mayoritas wisatawan Muslim (Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, Bangkok, New Delhi, Dubai, Istanbul, Almaty). Buku kupon ini mencakup sejumlah kupon diskon yang bisa digunakan di restoran-restoran halal, nilai kupon ini berkisar dari KRW 3.000 dan KRW 10.000, serta kupon-kupon tersebut juga tersedia untuk setiap atraksi dan program pengalaman wisata yang utama. Di samping itu, 54 restoran halal siap menawarkan menu selama periode promosi digelar, berikut diskon hingga KRW 10.000. Kupon-kupon ini bisa diunduh dari platform seluler dan situs web resmi dari ajang tersebut (www.hrwkorea.or.kr).

Awal musim gugur di Korea berlangsung pada September dan Oktober, jauh dari terik matahari pada musim panas, sehingga menjadikannya sebagai musim yang menarik bagi para wisatawan, sebab ada banyak festival dan kegiatan yang menyasar wisatawan asing selama periode tersebut. Lebih lagi, ajang-ajang kebudayaan seperti “Seoul Street Arts Festival” (SSAF, 3-6 Oktober) dan sejumlah festival besar K-Wave seperti “Busan One Asia Festival” (BOF, 19-25 Oktober) juga dihelat berbarengan dengan ajang “Halal Restaurant Week Korea“, maka, periode kunjungan tersebut terasa menyenangkan khususnya bagi para penggemar K-Pop danK-Wave dari kaum Muslim secara umum.

Korea Mempercepat Kiprahnya sebagai Tujuan Wisata Halal

KTO telah menyadari arti penting dan pengaruh sektor wisata halal, serta tengah menjalankan berbagai upaya untuk menarik kunjungan wisatawan Muslim yang lebih banyak ke Korea.

Peningkatan jumlah restoran halal dengan stabil sejak 2016, merupakan bagian penting dari upaya mengatasi isu makanan, notabene masalah paling utama yang dialami wisatawan Muslim di Korea. Untuk itu, berbagai restoran halal di seluruh Korea terbagi ke dalam empat kategori; ‘bersertifikasi halal’, ‘swasertifikasi ‘ (self-certified), ‘ramah Muslim’, dan ‘bebas daging babi’ yang bergantung kepada kriteria terperinci seperti penggunaan bahan-bahan halal serta daging babi, agar bisa memperoleh status “Muslim-friendly Restraurants“. Jumlah restoran yang menyandang status tersebut mengalami peningkatan, dari 135 restoran pada 2016 hingga menjadi 250 restoran pada akhir 2018, berkat keinginan untuk mengatasi berbagai kendala yang kerap ditemui wisatawan Muslim terhadap makanan.

Proyek dukungan KTO juga mencakup pembangunan musala yang ringkas (mobile prayer room) di kawasan wisata di wilayah Jeju (Tamnara Republic) demi kenyamanan wisatawan Muslim ketika menjalani salat, serta sajadah tambahan di musala yang terletak di tempat-tempat wisata dan hotel utama. Lebih lagi, KTO ingin mengembangkan berbagai paket wisata baru yang menyasar para wisatawan Muslim di sektor K-Wave dan bidang-bidang lainnya, di luar paket-paket liburan premium seperti pariwisata kesehatan (medical tourism), untuk menawarkan respons yang beraneka ragam terhadap kebutuhan negara-negara Muslim yang berbeda-beda.

Sejumlah upaya tersebut kian meningkatkan reputasi Korea sebagai tujuan wisata halal. Menurut laporan “2019 GMTI” (Global Muslim Travel Index), Korea telah menduduki peringkat ke-8 di antara tujuan-tujuan wisata di luar negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam). Pencapaian ini terwujud sejalan dengan jumlah kunjungan wisatawan Muslim ke Korea yang diperkirakan menembus 1 juta untuk pertama kalinya pada 2019. (PRNewswire/Fjr) | Foto: Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.