Trenz Indonesia
News & Entertainment

Ita Purnamasari Luncurkan Single Terbaru, Tepat Di Hari Ulang Tahunnya

104

Jakarta, Trenz Music | Tiga dekade berada di panggung musik, sebuah pencapaian sangat luar biasa bagi seorang penyanyi maupun musisi. Artinya, mereka tetap ajeg dan konsisten dengan pilihannya sendiri untuk tetap berada di dunia musik sebagai jalan hidupnya, atau profesinya.

Dan, hal ini dibuktikan oleh penyanyi kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 15 Juli 1967, Ita Purnamasari, yang berkarir sejak pertengahan tahun 80-an dengan menghasilkan banyak karya. Hari ini, Rabu (15/7) sore, memperkenalkan single terbarunya berjudul “Semua Jadi Satu”.

Semua Jadi Satu” sebetulnya bukanlah lagu baru. Karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun ini, pertama kali di populerkan oleh Malyda di era 80an, dan kemudian pada tahun 2006 dibawakan ulang oleh 3 Diva (Titi DJ, Krisdayanti, Ruth Sahanaya) yang sekaligus menjadi judul albumnya.

Setiap lagu, tentunya akan berbeda saat dibawakan oleh penyanyi yang berbeda. Tersebab, masing-masing memiliki karakter dan cara bernyanyi berbeda. Apalagi, jika aransemen musiknya dibuat baru pula. Lagu yang sama dibawakan oleh penyanyi yang berbeda, terlepas ada kekurangan dan kelebihannya, hasilnya pasti ada yang baru.

Selama 3 dekade perjalannya di dunia musik Indonesia, Ita Purnamasari biasanya kerap mendapat sentuhan dari para pencipta lagu dan penata music handal di tanah air, seperti Arthur Kaunang, Jockie Soeryoprayogo, Younky Suwarno hingga Dwiki Dharmawan. Khusus dilagu “Semua Jadi Satu” mendapat sentuhan arranger dan produser musik Tohpati.

Ita Purnamasari, dengan sosok lady rocker Indonesia tentunya punya pertimbangan tersendiri menggaet Tohpati. Walau, tidak bisa dinafikan peran Produser Eksekutif Hadi Soenyoto dari HP Musik tentunya. “Saya ingin ada sesuatu yang terbarukan di karya lagu ini. Sentuhan aransemen musik yang bisa diterima oleh anak muda zaman sekarang,” tukas Ita.

Tohpati

Hal senada, juga disampaikan oleh Tohpati. Menurutnya, Ita dengan karakter kuat sebagai penyanyi rock yang melekat pada dirinya, sebisa mungkin ia tetap terdengar ciri khasnya. “Saya mencoba berkompromi dengan apa yang diinginkan Ita, tapi tetap dengan kebebasan saya meramunya,” tegas Tohpati.

Lebih lanjut Bontot, panggilan akrabnya, menuturkan, bahwa kompromi tersebut bisa juga pilihan aransemen disesuaikan dengan era sekarang. Walau rock, tetap unsur popnya ada. Dan, Ita bernyanyi-nya santai tidak teriak. Dari sisi sound, lebih upbeat dengan gaya EDM, bahkan ada part gitar dengan sedikit distorsi sebagai penegasan unsur rock-nya.

Hadi Soenyoto

“Dalam semangat bermusik yang terus terbangun, mengimbangi rasa syukur akan nikmat hidup, seorang Ita Purnamasari hanya ingin membuktikan bahwa apa yang telah ditempuhnya selama 3 dekade ini pun mampu memperkaya inspirasi hidup kaum muda Indonesia,” jelas Hadi Soenyoto.

Tapi, ada satu hal yang cukup menarik dari pernyataan Hadi Soenyoto. Dilihat dari kiprah beberapa bulan terakhir ini, dirinya bersama HP Music merilis ulang beberapa lagu dengan penyanyi yang populer di zamannya. Ternyata, menurutnya semata-mata, ia ingin mengangkat penulis lagu juga penyanyi-nya dikenal anak muda. Hingga keberadaan serta eksistensi mereka di industri, dihargai. (e20)

Leave A Reply

Your email address will not be published.