Trenz Indonesia
News & Entertainment

Komunitas Perempuan Menari Tampil Memukau Di Pentas Renggana

443

JAKARTA, Trenzindonesia | Komunitas Perempuan Menari, yang tahun lalu sukses menyelenggarakan pentas Dayana Dwipantara di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta,  kembali memukau penonton dengan pentas bertajuk “Renggana.”.

Komunitas Perempuan Menari Tampil Memukau Di Pentas Renggana Di tahun ini, pentas kelima dari Komunitas Perempuan Menari ini, sukses digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada Sabtu (4/11).

Komunitas Perempuan Menari telah menyelenggarakan pentas tahunan sejak 2018, diawali dengan Seloka Swarnadwipa tahun 2018 (Galeri Indonesia Kaya), selanjutnya Pesona Timur pada 2019 (Galeri Indonesia Kaya), dan Genderang Swargabhumi pada 2020. Kendati di tengah pandemi, dengan semangat tinggi pementasan Genderang Swargabhumi tetap terlaksana secara virtual melalui channel youtube Komunitas Perempuan Menari.

Tema besar dari pentas “Renggana” diambil dari bahasa Sansekerta yang dapat diartikan sebagai ‘perempuan pujaan.’ Nama ini juga mencerminkan sifat-sifat perempuan yang setia, welas asih, dan penyayang. Renggana memiliki karakter yang menyukai tantangan, memiliki kepribadian yang luwes, menginginkan kedamaian, dan mencari kesepadanan intelektual dalam hubungannya.

Penata Tari, Supriyadi Arsyad, menjelaskan bahwa dalam pertunjukan “Renggana,” perempuan memegang peran sentral. Mereka menjadi pujaan, baik oleh laki-laki maupun anak-anak. Mereka tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga merawat, melestarikan, dan menjaga budaya Indonesia, terutama dalam seni tari. Hal ini merupakan cara untuk menghormati dan mengapresiasi peran perempuan dalam masyarakat.

Komunitas Perempuan Menari Tampil Memukau Di Pentas Renggana Pentas “Renggana” juga menjadi wujud dari semangat para perempuan yang mencintai budaya untuk berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia. Mereka, yang awalnya mungkin tidak memiliki latar belakang dalam seni tari, kini ingin menjalani keinginan mereka untuk melestarikan budaya dengan cara yang unik. “Renggana” adalah bentuk penghargaan mereka dan panggung untuk menyampaikan pesan cinta terhadap budaya Indonesia.

Renggana adalah bentuk penghargaan kami dan panggung untuk menyampaikan pesan cinta terhadap budaya Indonesia,” kata Ketua Pelaksana Pentas Renggana, Marina Joy.

Pentas “Renggana” terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mencakup tarian repertoar yang mencakup beragam budaya, seperti tarian dari Palembang, Jawa, Betawi, dan Ambon. Sesi kedua disebut “tarian garapan,” di mana semua penari tampil bersama-sama dalam koreografi yang menggabungkan elemen-elemen tari tradisional dengan sentuhan kreativitas yang segar.

Sebagai tambahan, ada pembacaan Pasal 6 Gurindam 12 karya sastra Raja Ali Haji oleh Aylawati Sarwono, yang hadir sebagai bintang tamu dalam pentas tersebut. Aylawati Sarwono menyatakan rasa kagum dan bangganya terhadap Komunitas Perempuan Menari. Partisipasinya dalam pentas “Renggana” didasarkan pada cintanya terhadap seni dan budaya serta pentingnya mendukung kegiatan seni budaya dan melestarikan tradisi Indonesia yang beragam.

Komunitas Perempuan Menari Tampil Memukau Di Pentas Renggana Salah satu founder Komunitas Perempuan Menari, Sabena Betty Sihombing, menyatakan bahwa “Renggana” dibuat dengan beberapa tujuan, termasuk untuk mengaktualisasikan anggota komunitas dan meningkatkan semangat latihan. Acara tahunan ini bukan hanya pertunjukan seni yang memukau, tetapi juga sebuah langkah untuk lebih memperkenalkan Komunitas Perempuan Menari kepada masyarakat luas dan membangun rasa kebersamaan yang lebih kuat di antara anggota komunitas.

Komunitas Perempuan Menari yang dibentuk pada tahun 2018 adalah sebuah komunitas yang beranggotakan perempuan dari berbagai profesi dan usia, namun memiliki satu kesamaan yaitu kepedulian terhadap melestarikan seni budaya, khususnya seni tari. Sejak berdiri, Komunitas Perempuan Menari telah sukses menggelar pertunjukan seni tahunan yang mengangkat nilai-nilai tradisi Indonesia dengan penuh semangat dan kreativitas. Dengan “Renggana,” mereka terus mengukir jejak dalam menjaga dan menghidupkan budaya Indonesia. (PR/Fajar Irawan) | Foto: Dok. Komunitas Perempuan Menari

Leave A Reply

Your email address will not be published.