Trenz Indonesia
News & Entertainment

Monita Tahaela Sajikan Tiga Menguak Takdir dalam Melodi

29
Monita Tahalea

Jakarta, Trenz Tourism | Bakti Budaya Djarum Foundation, di bulan Mei ini menyajikan beragam pertunjukan menarik di akhir pekan yang bertemakan “Wanita & Sastra” yang dihelat di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Akhir pekan lalu, penyanyi wanita bersuara indah nan unik, Monita Tahalea mempersembahkan pertunjukan bertajuk ‘Tiga Menguak Takdir’ dalam Melodi. Pertunjukan tersebut terinspirasi dari buku kumpulan puisi karya para maestro sastra Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani.

“Indonesia sangat kaya akan kekreativitasan seniman-seniman muda yang terus berkontribusi pada perkembangan seni dan budaya lokal. Pada sore hari ini, Monita Tahalea kembali mengenalkan kepada para penikmat seni karya-karya para sastrawan ternama Indonesia yang dipadupadankan dengan alunan musik yang indah. Sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang para penulis Indonesia, kami harap pertunjukan yang diadakan pada hari ini dapat memotivasi masyarakat terutama para penikmat seni yang hadir untuk semakin antusias dan tertarik untuk mengenal lebih jauh karya sastra Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, lewat siaran persnya, di Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (11/5).

Tiga-Menguak-Takdir-dalam-Melodi-oleh-Monita-Tahalea

Dalam pertunjukan selama sekitar 60 menit, Monita mengajak para penikmat seni yang memenuhi Auditorium Galeri Indonesia Kaya untuk memaknai dan menghayati karya-karya puisi dari para maestro sastra. Mulai dari membacakan puisi karya Chairil Anwar yang berjudul ‘Senja di Pelabuhan Kecil’ diiringi dengan melodi akustik lagu ‘Perahu’. Kemudian Monita membacakan puisi karya Rivai Apin berjudul ‘Elegi’, yang menginspirasinya dalam menciptakan lagu yang berjudul ‘Bisu’. Selanjutnya Monita membacakan puisi ‘Melalui Siang Menembus Malam’ dan menyanyikan lagu terbarunya yang berjudul ‘Jauh Nan Teduh’.

Monita Tahalea

Selain itu beberapa puisi dan lagu dibacakan dan dinyanyikan secara bergiliran seperti ‘Sajak Buat Adik’ yang dilanjutkan dengan lagu ‘Sesaat Abadi, Surat dari Ibu’ dan lagu ‘Hope’, ‘Tjerita Buat Dien Tamaela’ dan lagu ‘Indonesia Pusaka’. Selain itu, Monita juga menyanyikan lagu andalannya yang berjudul ‘Memulai Kembali’ ke hadapan para penikmat seni.

Buku kumpulan puisi “Tiga Menguak Takdir” karya Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani ini pertama kali terbit di Balai Pustaka pada tahun 1950. Buku ini mengajak kita untuk menyelami pemikiran perasaan ketiga sastrawan yang datang dari latar belakang berbeda, namun menyatu demi mencapai suatu cita-cita yang mereka sebut sebagai ‘suatu tujuan takdir’. Dalam pendahuluan buku ini, Asrul Sani mengatakan bahwa pendekatan ini tak berarti menuruti salah satu garis atau garis dari salah seorang dari kami, tapi dalam saling menghargai segi-segi yang dihadapi masing-masing. Garis dasar yang satu, bagi kami apriori, tak usah dipertengkarkan lagi.

Monita Tahalea

“Senang sekali rasanya saya berkesempatan untuk tampil berbagi cerita dengan pengunjung Galeri Indonesia Kaya tentang warisan sastra Indonesia. Sudah sejak lama saya membaca karya-karya puisi Chairil Anwar dan beberapa sastrawan lainnya, salah satunya adalah buku Tiga Menguak Takdir ini yang juga menjadi inspirasi saya dalam menciptakan karya. Sebagai generasi muda penerus bangsa, kita harus terus mengasah kemampuan dan menggali pengetahuan kita sehingga mampu menghasilkan karya yang tak lekang dimakan usia,” ujar Monita Tahalea.

Monita Tahalea memulai karirnya musiknya melalui ajang pencarian bakat pada tahun 2010. Di tahun yang sama, Monita merilis debut album pertamanya yang diproduseri Indra Lesmana, bertajuk “Dream, Hope and Faith”. Tiga tahun kemudian, ia merilis mini album bersama bandnya, The Nightingales yang bertajuk “Song Of Praise”. Kemudian pada 2015, Monita merilis “Dandelion” yang merupakan album solo keduanya dan dia rilis secara independen. Baru-baru ini Monita juga meluncurkan single terbarunya yang berjudul ‘Jauh Nan Teduh. (PR/Fjr) | Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.