Trenz Indonesia
News & Entertainment

Nikita Willy Merasa Tidak Terbebani Di Rasuk 2

196

Jakarta, Trenz Film | Film Rasuk 1 yang dibintangi Shandy Aulia, sukses dengan raihan penonton mencapai 900 ribu orang lebih. Lantaran film horor nya diminati masyarakat, Dheeraj Kalwani selaku Produser Film Dee Company, membuat sekuelnya.

Sekuel yang digarap berbeda, bila Rasuk 1 dibesut oleh sytradara Jose Purnomo, namun  saat pembuatan Rasuk 2 yang diproduksi oleh Blue Water Films & Dee Company, Jose tengah sibuk membuat film di PH lain, maka penyutradaraan diserahkan kepada koleganya yang tidak kalah piawai soal meracik film genre horor, Rizal Mantovani.

Nikita Willy / Foto: Buyil

Secara Kebetulan Shandy Aulia juga tengah mengandung, sehingga pemeran utama wanita diserahkan kepada Nikita Willy. Tentu bukan perkara mudah, memainkan cerita yang pernah sukses dimainkan orang lain. Merasa terbebani dengan Rasuk 2?  “Sama sekali nggak terbebani, karena tokoh yang saya mainkan berbeda dengan yang dimainkan Shandy,” aku Niki, begitu sapaan akrab Nikita Willy usai Nobar film Rasuk 2 di Bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan Senin (23/12)

Salah satu alasan bintang film yang melejit namanya berkat sinetron “Safah dan Marwah” serta “Putri Yang Ditukar” ini, karena cerita “Rasuk 1” dan “Rasuk 2” tidak saling keterkaitan. “Ceritanya tidak berkaitan antara Rasuk 1 dan Rasuk 2, ini salah satu alasan saya mau main di film Rasuk 2,” ujar bintang akting berusia 25 tahun ini.

Nikita Willy / Foto: Buyil

Karenanya, Niki berharap masyarakat penikmat Film horor mau berbondong-bondong ke bioskop. “Meski tidak menonton Rasuk 1, nggak usah takut ketinggalan cerita, karena ceritanya berbeda,” kata Niki.

Sebagai pemain, Niki sudah total memainkan peran Bella, seorang gadis Indigo yang terus dibayangi kehadiran roh seorang gadis yang meninggal lantaran mendapat perlakuan kekerasan dari kekasihnya. “Soal hasil akhirnya seperti apa, saya serahkan kepada masyarakat.” Pungkas Nikita Willy (Buyil)

Leave A Reply

Your email address will not be published.