Trenz Indonesia
News & Entertainment

Film Bali: Beats of Paradise: Cara Livi Zheng Kenalkan Gamelan Milik Indonesia

52

Jakarta, Trenz Film | Banyak cara dilakukan sineas untuk memperkenalkan budaya bangsanya. Salah satunya dengan menghadirkan sosok Maestro gamelan dari Bali, Profesor doktor Nyoman Wenten.

Alasan produser sekaligus sutradara Livi Zheng menghadirkan sosok seniman Bali tersebut yang sudah 40 tahun menetap di Bali lantaran kegelisahannya atas pemakaian musik gamelan pada beberapa film produksi Hollywood. “Kalau hal ini terus dibiarkan, bisa-bisa gamelan di klaim milik bangsa lain. Hal ini tidak boleh terjadi, makanya saya buat film Bali: Beats Of Paradise dengan menghadirkan sosok pak profesor Nyoman Wenten sebagai pemain utamanya  ” ujar Livi Zheng saat Gala Premier di Grand Indonesia Jakarta belum lama ini.

Kegelisahan wanita asal Blitar Jawa Timur ini tentu direspon pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata yang mensuport film Bali: Beats Of Paradise, yang akan beredar 22 Agustus mendatang ini.

Livi Zheng sutradara muda berbakat yang gelisah akan pengakuan seni budaya oleh bangsa lain. Lewat film Bali: Beats Of Paradise ini Livi ingin mengabarkan pada dunia kalau Gamelan milik Indonesia. Apalagi ia menghadirkan sosok Maestro yang mempengaruhi masyarkat Amerika khususnya para sineas yang pernah memanfaatkan gamelan sebagai ilustri musik filmnya. Ceritanya menarik, gambar yang disahkan juga indah dan diharapkan bisa mengundang wisatawan datang ke Bali,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kata sambutannya.

Film Bali : Beats Of Paradise adalah film dokumenter yang mengisahkan keindahan pulau Bali dan alat musik gamelan. Film ini dibintangi oleh Nyoman Wenten, Judith Hill, pemenang Grammy Award (Pemenang Oscar-20 Feet from Stardom), serta sejumlah pemain dari Indonesia.

Sebelum beredar di Indonesia, Film ini sudah tayang di Amerika Serikat sejak 16 November 2018 dan Korea Selatan pada April 2019.

Film dengan durasi 56 menit ini akan memanjakan penonton dengan berbagai sudut dan keindahan Bali. Bagi yang belum pernah ke Bali, tentunya bisa menikmati betapa indahnya pulau Dewata ini. Air terjun, sawah, pegunungan, dan lain-lain menyatu sempurna dengan suara alam yang sangat jelas.

Meski tidak seluruhnya pengambilan gambar dilakukan di Bali, penonton masih akan menemukan keunikan tari Bali dan gamelan yang dimainkan di Amerika melalui sosok Wenten dan istrinya. Penonton  juga akan menemukan skoring yang menyenangkan dalam film ini, baik itu suara alam maupun gamelan.

Livi Zheng

Kegigihan Wenten dalam mempelajari gamelan sejak kecil menjadi bagian yang cukup menggemaskan. Livi menempatkan ilustrasi seorang bocah yang merepresentasikan Wenten kecil berjuang agar bisa ahli dalam Tari Bali dan gamelan.

Selain itu, pertemuannya dengan Nanik hingga keduanya menjalin cinta menjadi humor sederhana yang membuat film ini tidak terlalu kaku. Selama film diputar beberapa penonton dibuat terpingkal dengan monolog dari Wenten ataupun Nanik. ( Buyil / TrenzIndonesia) | Foto: Buyil

Leave A Reply

Your email address will not be published.