Trenz Indonesia
News & Entertainment

HAYYA The Power of Love 2, Lebih Humanis Dan Menghibur

45

Jakarta, Trenz Film |Seringkali antara harapan dan kenyataan tidak sebanding lurus, hal itu dialami saat pembuatan film “212 : The Power Of Love”. Kala itu, film yang produksinya terinspirasi dari demo akbar 212 di Jakarta, ternyata raihan penontonnya tidak lebih dari 400 ribu saja. Tidak sampai 10 % dari yang diharapkan bisa ditonto oleh massa 212 yang diklaim mencapai 7 juta orang.

Kini dengan misi kemanusiaan yang lebih kental, meski rasa Palestina tetap kuat. Film Hayya: The Power Of Love sekuel 2, diharapkan lebih cair dan diterima masyarakat.

“Kemanusiaan itu tak mengenal batas negara atau agama. Ia tumbuh dari keajaiban nuranimu tanpa sekat, tanpa musim,” ujar Oki Setiana Dewi, produser Warna Pictures dalam kata sambutannya.

Dalam pusaran konflik perang, anak-anak lah yang paling terdampak secara psikologis dan sosial. Tak sedikit pihak yang menaruh simpati kepada mereka. Namun, banyak juga yang acuh terhadap kelangsungan hidupnya.

Lewat film Hayya: The Power Of Love 2: masyarakat diajak untuk peduli terhadap nasib anak-anak korban perang di Palestina. Layaknya anak-anak di Indonesia dan belahan bumi lainnya, anak-anak Palestina pun butuh untuk menikmati hidup di dunianya sendiri.

Hayya : The Power of Love 2 merupakan film drama keluarga Produksi Warna Pictures, yang mengambil latar Indonesia dan Palestina.

“Bangsa Palestina merupakan bangsa pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Kami berharap semua manusia peduli terhadap manusia lainnya. Kita ini harus lepas dari bully, ketakutan. Film ini mengangkat masalah kemanusiaan. Kita ingin mendorong film positif untuk alternatif tontonan di bioskop,” kata Ustaz Erick selaku produser eksekutif saat jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Minggu, 8 September 2019.

Lewat film Hayya, Oki Setiana Dewi ingin memberitahu bahwa banyak pesan cinta yang dapat dibagikan kepada masyarakat tentang kondisi yang terjadi di Palestina.

“Saya berharap, sebagai film pertama yang syutingnya di Palestina, mudah-mudahan teman-teman terpatri dengan Palestina. Film ini menyebarkan kesadaran mengenai Palestina,” harap Oki.

Sementara kisah Hayya: The Power Of Love 2, bercerita tentang Rahmat(32th) seorang jurnalis yang karena dihantui perasaan bersalah dan dosa di masa lalu, memutuskan menjadi relawan kemanusiaan. Kegiatan itu membawanya bukan hanya pada kegiatan kerelawanan keliling Indonesia, melainkan bersama sahabatnya, Adin (30) sampai ke wilayah Palestina.  Di sana ia bertemu Hayya(5th) gadis yatim piatu korban konflik di Palestina. Hubungan Hayya dan Rahmat menjadi sangat dekat, hingga suatu hari Rahmat harus kembali ke Indonesia karena hendak menikah dengan Yasna(27th). Hayya yang tidak ingin kehilangan Rahmat melakukan aksi nekad di luar dugaan. Hayya masuk kedalam koper besar, milik Rahmat yang akhirnya terbawa hingga ke Tanah Air. Hubungan Rahmat, Hayya dan Yasna tiba-tiba berubah menjadi kompleks, lucu dan menegangkan.

Film Hayya lazimnya film drama keluarga, yang membedakan di film yang bakal beredar 19 September 2019 ini kehadiran Ria Ricis sebagai asisten rumah tangga dengan logat Malaysia yang kental dengan tingkahnya yang kocak. Membuat film ini tidak hanya menjadi terasa lebih humanis yang mengharu biru. Tapi juga membuat orang tergelak, sehingga film yang dibintang utamai Fauzy Badilah, Adhin Abdul Hakim, Meyda Sefira, Ria Ricis, Humaidi Abas, Hamas Syahid, Asma Nadia, serta pendatang baru cilik dengan talenta luar biasa: Amna Hasanah Shahab sebagai Hayya. Tidak seperti biasanya, kali ini youtuber Ria Ricis bermain film drama serius, dan menjadi lawan main gemilang bagi aktor/aktris lainnya. Hayya merupakan tonggak keaktoran Ricis dalam film. (Tebe/TrenzIndonesia) | Foto: Buyil & Google.co.id

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.