Trenz Indonesia
News & Entertainment

PWI Jaya Sie Film, Musik dan Lifestyle Siap Kembali Berjaya

79
Sayid Iskandar, Diapari Sibatangkayu & fathan Rangkuti

Jakarta, Trenz News |Sayid Iskandarsyah serta Diapari Sibatangkayu baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Jaya serta Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) periode 2019 -20124 melalui Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI DKI Jaya yang diselenggarakan di Balaikota, Jakarta, pada 26 April 2019.

Menyusul terpilihnya Ketua PWI Jaya dan Ketua DKP tersebut, Sie Film, Musik & Lifestyle PWI DKI Jakarta (PWI Jaya) yang menjadi bagian dari kabinet kepengurusan yang baru,  di bulan Ramadan ini, menggelar syukuran sekretariat baru sekaligus buka puasa bersama di gedung Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Irish Riswoyo, selaku Ketua Sie Film, Musik & Lifestyle PWI Jaya dalam sambutannya mengatakan bahwa meskipun acaranya digelar dengan sederhana, namun memiliki makna yang luar biasa. Karena yang terpenting adalah menjaga tali silaturahmi antar wartawan.

“Selain buka bersama, acara ini juga sekaligus sebagai syukuran ditempatinya sekretariat baru PWI Jaya Sie Film, Musik & Lifestyle. Meskipun dilaksanakan dengan sangat sederhana, namun maknanya sungguh luar biasa, karena kita bisa tetap menyambung silaturahmi  antar wartawan anggota PWI Jaya, terutama yang meliput di dunia hiburan”, papar Irish.

Lebih lanjut Irish menambahkan, “Kita berterima kasih sekali bahwa Ketua PWI Jaya Sayid Iskandar, Ketua DKP Diapari Sibatangkayu, Penasehat PWI Jaya Sakti Sawung Umbaran dan Sekretaris PWI Jaya Kesit B Handoyo bisa hadir diacara ini. Sehingga kita bisa berdiskusi panjang lebar demi kejayaan PWI Jaya kedepan”, tambah Irish.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua PWI Jaya Sayid Iskandar juga mengajak seluruh pengurus saling mendukung untuk memajukan PWI Jaya, termasuk didalamnya  kejayaan seksi Film, Musik & Lifestyle.

Seksi Film, Musik & Lifestyle PWI DKI menjadi titik awal kebangkitan PWI Jaya. Dulu segala aktifitasnya selalu diperhitungkan dan berbobot. Semoga melalui Ketua yang baru ini nantinya bisa menjayakan lagi sie Film, Musik & Lifestyle. ” ujar Sayid.

Turut mendukung harapan Sayid Iskandar, Ketua DKP PWI Jaya Diapari Sibatangkayu juga berharap ke depannya semakin banyak anggota baru yang bergabung di PWI Jaya.

“Jujur kami mengakui masih ada wartawan yang kurang mengenal PWI secara umum. Jadi tugas kita bersama kedepan adalah lebih giat lagi mensosialisasikan PWI dan merekrut anggota anggota baru. Terutama anggota muda” jelas Diapari.

Sekretaris PWI Jaya Kesit B handoyo juga turut memberikan penjelasannya menyoal kartu anggota PWI Jaya dan UKW (Uji Kompetensi Wartawan).

“Kita perlu untuk selalu memperpanjang kartu keanggotaan PWI. Sebab kalau sampai kartunya mati, maka untuk bisa memperpanjang lagi, harus terlebih dahulu mengikuti Uji Kompetensi Wartawan(UKW), dan itu bukan peraturan dari PWI Jaya, melainkan dari PWI Pusat. Selain itu bagi para wartawan yang ingin menjadi anggota PWI, sekarang sudah bisa mengakses formulirnya melalui websitenya PWI Jaya, disitu sudah dijelaskan juga persyaratannya, jadi nggak perlu susah susah harus datang ke sekretariat, cukup klik di  www.pwijaya.or.id ” jelas Kesit.

Usai berbuka dan menjalankan sholat Maghrib berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Romy Syahril (Wartawan Harian terbit), acara dilanjutkan dengan open diskusi yang diikuti sekitar 30 wartawan hiburan.  Dalam diskusi tersebut berbagai hal dibahas, termasuk didalamnya masalah web, Uji Kompetensi Wartawan, hingga pengaktifan kembali  IKWI (Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia).

Tak hanya wartawan hiburan, acara buka bersama PWI Jaya sie Film, Musik & Lifestyle juga dihadiri oleh Ex Vokalis Boomerang, Roy Jeconiah yang kini bergabung dengan band RI-1 dan Jecovox. Bahkan vokalis yang dikenal rendah hati dan santun itu turut menyumbangkan ide bagi kemajuan  PWI Jaya.

“Karya jurnalistik itu bisa menjadi sebuah warisan. Contohnya ketika tahun 75 dulu band Deep Purple main di Jakarta saya tidak nonton, karena saya masih kecil. Tapi saya bisa tahu bagaimana kehebatan band tersebut main di GBK melalui tulisan-tulisan dari para wartawan yang kala itu meliput konsernya. Jadi tulisan para jurnalis ini bisa memberikan pengalaman yang luar biasa bagi generasi selanjutnya. Termasuk generasi milenial’, Jelas Roy.

Apa yang disampaikan Roy Jeconiah tersebut sungguh masuk diakal, sebab tanpa tulisan atau karya dari para wartawan ini generasi sekarang tentu tidak tau akan peristiwa lampau. jadi karya jurnalistik yang dikemas dengan sangat baik, akan menjadi pustaka ilmu dan pengalaman tersendiri bagi generasi selanjutnya.(Irish/Fjr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.